Hosting Gratisinternet unlimited murah

Senin, 22 Juli 2013

Stabilitan dan Penilaian Stabilitas Sediaan Suspensi

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap, dan bila digojog perlahan – lahan, endapan harus terdispersi kembali. Dapat di tambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah di gojog dan di tuang .
Dalam pembuatan suspensi harus diperhatikan beberapa faktor anatara lain sifat partikel terdispersi (derajat pembasahan partikel), Zat pembasah, Medium pendispersi serta komponen – komponen formulasi seperti pewarna, pengaroma, pemberi rasa dan pengawet yang digunakan. Suspensi harus dikemas dalam wadah yang memadai di atas cairan sehigga dapat dikocok dan mudah dituang. Pada etiket harus tertera “Kocok dahulu dan di simpan dalam wadah tertutup baik dan disimpan di tempat yang sejuk “.
Salah satu problem yang dihadapi dalam proses pembuatan suspensi adalah cara memperlambat penimbunan partikel serta menjaga homogenitas dari pertikel. Cara tersebut merupakan salah satu tindakan untuk menjaga stabilitas suspensi.
B.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca, khususnya mahasiswa dapat membuat sediaan suspensi dan mengetahui bagaimana menjaga stabilitas sediaan suspensi serta mengetahui cara untuk melakukan penilaian stabilitas suspensi. Selain itu makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Farmasetika 1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin program studi D3-Farmasi.
BAB II
STABILITAS DAN PENILAIAN SEDIAAN SUSPENSI
 A.    Stabilitas Suspensi
Beberapa faktor yang mempengaruhi stabiltas suspensi adalah:
  1. Ukuran Partikel
Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. Sedangkan antar luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier. Artinya semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas penampangnya.
  1. Kekentalan / Viskositas
Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Hal ini dapat dibuktikan dengan hukum ” STOKES”

Ket:
V = Kecepatan Aliran
d = Diameter Dari Partikel
p = Berat Jenis Dari Partikel
p0 = Berat Jenis Cairan
g = Gravitasi
ŋ = Viskositas Cairan
  1. Jumlah Partikel / Konsentrasi
Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut.
Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.
  1. Sifat / Muatan Partikel
Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak terlalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Karena sifat bahan tersebut sudah merupakan sifat alami, maka kita tidak dapat mempengruhi.
Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan mixer, homogeniser, colloid mill dan mortir. Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. Bahan-bahan pengental ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi), umumnya besifat mudah berkembang dalam air (hidrokoloid).
Bahan pensuspensi atau suspending agent dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1.      Bahan pensuspensi dari alam.
Bahan pensuspensi dari alam yang biasanya digunakan adalah jenis gom / hidrokoloid. Gom dapat larut atau mengembang atau mengikat air sehingga campuran tersebut membentuk mucilago atau lendir. Dengan terbentuknya mucilago maka viskositas cairan tersebut bertambah dan akan menambah stabilitas suspensi. Kekentalan mucilago sangat dipengaruhi oleh panas, PH, dan proses fermentasi bakteri.
a.       Termasuk golongan gom:
Contonya: Acasia ( Pulvis gummi arabici), Chondrus, Tragacanth , Algin
b.      Golongan bukan gom:
Contohnya: Bentonit, Hectorit dan Veegum.
2.      Bahan pensuspensi sintesis
a.       Derivat Selulosa
Contohnya: Metil selulosa, karboksi metil selulosa (CMC), hidroksi metil selulosa.
b.      Golongan organk polimer
Contohnya: Carbaphol 934.
B.     Penilaian Stabilitas Suspensi
1.      Volume sedimentasi
Adalah suatu rasio dari volume sedimentasi akhir (Vu) terhadap volume mula mula dari suspensi (Vo) sebelum mengendap.

2.      Derajat flokulasi.
Adalah Suatu rasio volume sedimentasi akhir dari suspensi flokulasi (Vu) terhadap volume sedimentasi akhir suspensi deflokulasi (Voc).

3.      Metode reologi
Berhubungan dengan faktor sedimentasi dan redispersibilitas, membantu menemukan perilaku pengendapan, mengatur vehicle dan susunan partikel untuk tujuan perbandingan.
4.      Perubahan ukuran partikel
Digunakan cara Freeze-thaw cycling yaitu temperatur diturunkan sampai titik beku, lalu dinaikkan sampai mencair kembali. Dengan cara ini dapat dilihat pertumbuhan kristal, yang pokok menjaga tidak terjadi perubahan ukuran partikel dan sifat kristal.
 BAB III
PENUTUP
 A.    Simpulan
Kestabilan suspensi dapat dinilai dengan cara melihat sifat fisik dari suspensi racikan tersebut, dimana partikel tidak mengalami agregasi dan tetap terdistribusi merata, bila partikel mengendap akan mudah tersuspensi kembali dengan pengocokan yang ringan.
Salah satu cara untuk menjaga stabilitas suspensi adalah dengan memperlambat penimbunan partikel serta menjaga homogenitas dari partikel. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi, yaitu :
  1. Ukuran Partikel
  2. Kekentalan/Viscositas
  3. Jumlah Partikel/Konsentrasi
  4. Sifat/Muatan Partikel
Untuk memenuhi persyaratan, pembuatan suspensi harus dilakukan secara baik dan benar. Dari informasi yang diterima, racikan suspensi di apotek belum dilakukan secara baik dan benar, sehingga kemungkinan hasil racikan suspensi yang dibuat dari beberapa apotek kurang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar